Antara Inovasi Dan Facebook

A. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Abad 21 disebut-sebut sebagai abad dengan perkembangan teknologi paling pesat diantara abad-abad sebelumnya. Jika kita melihat fenomena yang sedang berkembang saat ini memang masuk akal jika abad ini merupakan abad dengan perkembangan teknologi paling mutakhir saat ini. Berbagai perangkat teknologi canggih selalu hadir dalam jangka waktu yang relatif lebih dekat. Sebut saja gadget-gadget canggih dengan fitur lengkap mewarnai pasar setiap tahunnya. Bahkan hampir setiap bulannya kita melihat adanya perkembangan produk-produk baru dari perangkat teknologi canggih itu.

Tidak hanya perangkat teknologi canggih, di abad ini juga telah melahirkan jejaring sosial  yang menjamur kepada semua kalangan. Sebut saja Facebook, salah satu jejaring sosial yang jangkauannya sangat luas di belahan dunia ini. Fasilitas yang dapat menghubungkan ke seluruh orang di dunia dan kemudahan dalam berkomunikasi membuat facebook menjadi akun jejaring sosial paling sering digunakan di dunia.

Berkaitan dengan inovasi, apakah jejaring sosial facebook jika dimanfaatkan di dalam sebuah sistempembelajaran dapat dikatakan sebuah inovasi? Inovasi memiliki pengertian ide atau praktek atau objek yang dianggap baru oleh kelompok individu yang menerimanya. Untuk itu, berikut adalah hasil survey yang saya lakukan mengenai keaktifan Mahasiswa dalam memanfaatkan jejaring facebook sebagai sistem pembelajaran yang inovatif.

1.2  Pertanyaan Survey

Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?”. Kalau Anda jawab “YES”, atau “NO” atau “YES & NO”, berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.

  1. Hitung dan tabulasi berapa jumlah yang “ngoceh” (menjawab) serta berapa yang “bengong” (tdk menjawab)
  2. Hitung dan tabulasi dari yang “nerocos” itu, berapa yang memilih “YES”, “NO”, dan “YES & NO”
  3. Kategorisasi/klasifikasi serta hitung frekuensinya.

1.3  Tujuan

Untuk mengetahui keaktifan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Non Reguler UNJ 2011 dalam pemanfaatan facebook sebagai sistem pembelajaran Mata Kuliah Difusi Inovasi Pendidikan

1.4  Manfaat

  • Mahasiswa dapat memahami facebook sebagai media pembelajaran yang inovatif atau bukan
  • Agar mahasiswa aktif di dalam group facebook mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan
  • Mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa tentang inovasi

1.5  Responden

Mahasiswa semester 098/4 Teknologi Pendidikan Non Reguer UNJ 2011 yang tergabung di dalam group facebook ‘Difusi dan Inovasi dalam Pendidikan (Non-Reg)’

1.6  Teknik Survey

Mengunakan teknik mengamati, menghitung dan menganalisis komentar Mahasiswa Teknologi Pendidikan Non Reguler UNJ 2011 di group facebook ‘Difusi dan Inovasi dalam Pendidikan (Non-Reg).

B. HASIL SURVEY

Data : 26 Maret 2013 pukul 20.25

Image

 

Dari data diatas, dapat dilihat bahwa dari 40 Mahasiswa, yang menjawab (aktif) pertanyaan yang diajukan Dosen di group facebook sebanyak 34 Mahasiswa. Sedangkan yang tidak menjawab (pasif) pertanyaan Dosen di group facebook sebanyak 6 Mahasiswa.

Image

Dilihat dari data diatas, sebanyak 18 Mahasiswa menjawab YES, 3 Mahasiswa menjawab NO, 13 Mahasiswa menjawab YES&NO dan 6 Mahasiswa tidak menjawab atas pertanyaan yang di ajukan oleh Dosen. Fakta yang menarik dari data diatas adalah Mahasiswa yang menjawab NO lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan Mahasiswa yang tidak menjawab.

Berikutnya yaitu data mengenai alasan atas argumentasi yang disampaikan oleh Mahasiswa terhadap pertanyaan yang diajukan oleh Dosen;

Image

Image

C. PEMBAHASAN

Dari serangkaian survey yang dilakukan pada group facebook ‘Difusi dan Inovasi dalam Pendidikan (Non-Reg)’ kita bisa melihat seberapa paham Mahsiswa akan materi mengenai inovasi yang berlandaskan pada teori Everett Rogers dan Charless Reigeluth. Hal tersebut terlihat dari komentar-komentar yang diajukan oleh masing-masing Mahasiswa yang menjawab pertanyaan tersebut.

Melihat fakta yang ada Mahasiswa yang menjawab YES setuju bahwa pemanfaatan jejaring sosial facebook ke dalam sistem pembelajaran Difusi Inovasi Pendidikan merupakan sebuah inovasi karena hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi mereka. Mereka beranggapan bahwa facebook yang selama ini hanya digunakan sebagai alat komunikasi antar teman dengan jarak jauh bisa dimanfaatkan kedalam sistem pembelajaran sehingga mereka menganggap itu hal yang baru dan merupakan sebuah inovasi.

Lain halnya dengan Mahasiswa yang menjawab NO, yang beranggapan bahwa group facebook ‘Difusi dan Inovasi dalam Pembelajaran (Non-Reg)’ bukan sebuah inovasi karena menurut mereka ini bukan merupakan hal yang baru bagi mereka karena sebelumnya mereka pernah menggunakan jejaring sosial facebook di dalam sistem pembelajaran.

Sedangkan menurut Mahasiswa yang menjawab YES&NO menganggap group facebook merupakan sesuatu yang baru sehingga dapat dikatakan sebuah inovasi, terlebih lagi memiliki tujuan yang akan dicapai. Namun hal tersebut tidak lagi menjadi sebuah inovasi manakala group tersebut berhenti ketika mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan berakhir, atau dengan kata lain tidak adanya proses yang berkelanjutan.

Terlepas dari segala berbagai macam jawaban dan argumen yang dikemukakan oleh Mahasiswa itu semua merupakan buah dari hasil berpikir Mahasiswa. Yang terpenting adalah Mahasiswa memiliki dasar yang kuat atas argumen yang mereka kemukakan.

D. PENUTUP

Kesimpulan

                Mahasiswa yang tergabung kedalam group facebook ‘Difusi dan Inovasi dalam Pembelajaran (Non-Reg)’ hampir 95% aktif di dalam forum diskusi atas pertanyaan yang diajukan oleh Dosen mengenai apakah pemanfaatan group facebook di dalam sistem pembelajaran merupakan sebuah inovasi atau tidak. Sebagian besar Mahasiswa juga sudah memahami apa itu inovasi berdasarkan teori yang ada.

            Kesadaran Mahasiswa akan pemanfaatan jejaring sosial masuk kedalam sistem pembelajaran sudah cukup baik melihat data Mahasiswa yang merespon atau menjawab pertanyaan diatas. Hanya ada beberapa Mahasiswa saja yang aktif di dalam group pembelajaran ini.

Saran

Untuk Mahasiswa yang tergabung di dalam group pembelajaran ini agar sadar akan pentingnya saran yang disediakan untuk memaksimalkan proses pembelajaran Difusi Inovasi Pendidikan. Ini merupakan wadah untuk aktif ketika dikelas malu untuk mengemukakan pendapat.

 

Daftar Pustaka

http://www.facebook.com/groups/292440654216317/

Rogers, Everett M. 2003. Diffusion of Innovations Four Edition. New York: The Free Press.

 

 

Advertisements

Sensitif

Image

 

Jika kita berbicara tentang Agama maka kita berbicara tentang keyakinan. Keyakinan kita terhadap segala sesuatu yang diajarkan oleh Agama. Agama yang mana? Tentu Agama yang paling benar itu adalah Agama islam. Di dalam surat Ali Imran Allah Berfirman: “Sesungguhnya Agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Q.S. Ali Imran:19).

Saya termasuk orang yang sensitif jika berbicara mengenai Agama. Artinya, pada situasi-situasi tertentu misalnya, ketika diskusi di kelas yang didalamnya ada orang non-muslim, ketika ‘berdebat’ mengenai Agama, dan ketika Agama dipermainkan walaupun konteksnya dalam kondisi bercanda. Yang pertama, ketika berdiskusi soal Agama yang di dalamnya ada orang non-muslim pengen sekali saya rasanya mengatakan bahwa Agama islam adalam Agama yang paling benar! Tetapi itu kurang elok rasanya.

Yang kedua juga membuat saya sensitif, bedakan antara berdebat dengan berdiskusi. Berdebat soal Agama mendebatkan suatu topik yang didalamnya ada pro-kontra, padahal topiknya sudah jelas kebenarannya. Berdiskusi adalah mengkaji sutu topik dari sumber dan prespektif yang berbeda dengan tujuan untuk menambah wawasan tentang topik tersebut. Saya bukan tipe orang yang pandai berargumen, ketika ada debat tentang Agama saya lebih memilih diam. Untuk yang ketiga sebenarnya saya tidak habis pikir, kok berani-beraninya ya Agama dijadikan lelucon! Saya tidak menafikkan diri saya bahwa saya pernah melakukan hal itu, namun memang pada saat itu saya belum tahu apa-apa mengenai Agama secara lebih mendalam (masih kecil hehe), tetapi ini orang dewasa yang memiliki akal dan pengetahuan yang lebih baik. Saya bisa memahami konteksnya dalam hal bercanda, tetapi pantaskah Agama dibawa kedalamnya?

Lagi (lagi) saya hanya bisa diam. Bukannya saya tidak berani atau takut mengingatkan golongan ini, tetapi bawaan saya ketika hal ini terjadi adalah emosi di dalam diri saya. Yang saya pikir hanya akan menambah masalah ketika memecahkan sesuatu tidak dengan kepala dingin. Bukannya Rasulullah mengajarkan ketika kita emosi (marah) untuk diam atau bahkan berwudhu untuk meredamkan amarah kita? Ada satu riwayat Hadits yang menyinggung hal ini, “Dari ‘Abdullah Bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam” (HR. Ahmad).

Disini saya bukan orang yang paling paham tentang Agama Islam. Atau ahli ibadah. Atau baik akhlaknya. Atau berilmu pengetahuan. Atau pun yang paling benar. Namun saya mencoba untuk menuju kearah sana. Memperbaiki segala kekurangan saya akan ilmu tentang Agama Islam. Semoga Allah SWT memberikan ampunan kepada saya dan kita semua. Amin.

Wallahu a‘alam

Gambar diambil disini