Sensitif

Image

 

Jika kita berbicara tentang Agama maka kita berbicara tentang keyakinan. Keyakinan kita terhadap segala sesuatu yang diajarkan oleh Agama. Agama yang mana? Tentu Agama yang paling benar itu adalah Agama islam. Di dalam surat Ali Imran Allah Berfirman: “Sesungguhnya Agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Q.S. Ali Imran:19).

Saya termasuk orang yang sensitif jika berbicara mengenai Agama. Artinya, pada situasi-situasi tertentu misalnya, ketika diskusi di kelas yang didalamnya ada orang non-muslim, ketika ‘berdebat’ mengenai Agama, dan ketika Agama dipermainkan walaupun konteksnya dalam kondisi bercanda. Yang pertama, ketika berdiskusi soal Agama yang di dalamnya ada orang non-muslim pengen sekali saya rasanya mengatakan bahwa Agama islam adalam Agama yang paling benar! Tetapi itu kurang elok rasanya.

Yang kedua juga membuat saya sensitif, bedakan antara berdebat dengan berdiskusi. Berdebat soal Agama mendebatkan suatu topik yang didalamnya ada pro-kontra, padahal topiknya sudah jelas kebenarannya. Berdiskusi adalah mengkaji sutu topik dari sumber dan prespektif yang berbeda dengan tujuan untuk menambah wawasan tentang topik tersebut. Saya bukan tipe orang yang pandai berargumen, ketika ada debat tentang Agama saya lebih memilih diam. Untuk yang ketiga sebenarnya saya tidak habis pikir, kok berani-beraninya ya Agama dijadikan lelucon! Saya tidak menafikkan diri saya bahwa saya pernah melakukan hal itu, namun memang pada saat itu saya belum tahu apa-apa mengenai Agama secara lebih mendalam (masih kecil hehe), tetapi ini orang dewasa yang memiliki akal dan pengetahuan yang lebih baik. Saya bisa memahami konteksnya dalam hal bercanda, tetapi pantaskah Agama dibawa kedalamnya?

Lagi (lagi) saya hanya bisa diam. Bukannya saya tidak berani atau takut mengingatkan golongan ini, tetapi bawaan saya ketika hal ini terjadi adalah emosi di dalam diri saya. Yang saya pikir hanya akan menambah masalah ketika memecahkan sesuatu tidak dengan kepala dingin. Bukannya Rasulullah mengajarkan ketika kita emosi (marah) untuk diam atau bahkan berwudhu untuk meredamkan amarah kita? Ada satu riwayat Hadits yang menyinggung hal ini, “Dari ‘Abdullah Bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam” (HR. Ahmad).

Disini saya bukan orang yang paling paham tentang Agama Islam. Atau ahli ibadah. Atau baik akhlaknya. Atau berilmu pengetahuan. Atau pun yang paling benar. Namun saya mencoba untuk menuju kearah sana. Memperbaiki segala kekurangan saya akan ilmu tentang Agama Islam. Semoga Allah SWT memberikan ampunan kepada saya dan kita semua. Amin.

Wallahu a‘alam

Gambar diambil disini

Advertisements

2 thoughts on “Sensitif

  1. wah ini setuju banget cab, kadang gregetan yak

  2. iya gregetan banget ja -..-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s