Masa Depan, Siapa Yang Tau?

Seperti halnya jodoh, kita tak akan pernah tau masa depan itu akan seperti apa jadinya. Entah apa yang kita harapkan terjadi atau sama sekali jauh dari harapan. Mungkin saja apa yang kita harapkan di masa datang benar terjadi, namun juga sebaliknya. Masa depan tidak berarti hanya dalam jangka waktu sekian tahun, bulan, minggu atau hari, satu detik kedepan pun juga bisa disebut masa depan, bukan? Seperti halnya satu detik yang lalu kita sebut sebagai masa lalu.

Tulisan ini  muncul karena adanya pengalaman yang membuat saya semakain tersadar bahwa masa depan memang tidak bisa kita tebak secara pasti sesuai dengan apa yang kita harapkan. Waktu itu saya naik bus Transjakarta bersama kedua orang teman saya, saya menunggu di halte E (umpama), karena banyaknya penumpang yang antri di halte E saya berbalik arah menuju halte C, harapan saya, jika naik dari halte C maka akan dapet tempat duduk dan tidak banyak yang antri karena memang biasanya seperti itu.

Setelah sampai di halte C, ternyata cukup banyak yang antri, dan ketika bus datang saya memilih untuk tetap berdiri antri dibarisan paling depan menunggu bus berikutnya, karena bus yang baru datang tersebut tidak ada bangku kosong. Saya membesarkan hati untuk tidak berharap banyak akan adanya bangku yang kosong, karena kita tidak pernah tau apa yang terjadi nantinya. Setelah kurang lebih 30 menit menunggu bus datang, benar saja, apa yang saya harapkan kembali tidak terjadi, bahkan lebih buruk dari yang terjadi sebelumnya, bangku terisi penuh dan cukup banyak yang sudah berdiri. Apa boleh buat, saya naik bus sambil mengeluh dalam hati, kenapa enggak naek yang sebelumnya aja.

Saya membesarkan hati. Saya yakin ada nilai positif yang bisa dipetik pada pengalaman tersebut. Hal tersebut membuat saya semakin yakin bahwa kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan, dalam hitungan detik sekalipun. Seandainya saya tidak memutar balik dari halte E ke halte C mungkin ceritanya akan lain, mungkin lebih baik, atau andai saja ketika di halte C saya naik bus yang pertama kali tiba, tidak menunggu bus berikutnya, mungkin ceritanya juga lebih baik. Ah… masa depan, siapa yang tau?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s