Harga Sebuah Kepercayaan

Image

Kepercayaan yang dimaksud bukan kepercayaan akan adanya Tuhan, melainkan kepercayaan yang disematkan kepada orang yang kita anggap dapat dipercaya dalam hal apapun. Kata sebagian orang, untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain itu sulit loh, dan biasanya jika orang sudah percaya sama kita dan kita sekali saja mengecewakan orang tersebut maka dia akan sulit untuk mempercayai kita lagi bahkan tidak akan pernah, sekecil apapun kesalahan yang kita lakukan.

Kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita, jangan dijadikan sebagai beban yang berat karena mengemban amanah yang orang lain berikan kepada kita. Akan tetapi jadikan kepercayaan tersebut sebagai sebuah motivasi untuk terus memperbaiki kualitas diri dalam mengemban amanah. Jujur merupakan kata kunci dari kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita.

Berbicara mengenai kepercayaan, ada sebuah kisah yang mneurut saya sangat cocok dengan kepercayaan. Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah mendengar cerita ini, baiklah, begini ceritanya…

Di dalam sebuah desa, ada seorang pengembala domba yang usianya kurang lebih 7 tahun. Pengembala tersebut mengembalakan domba milik beberapa penduduk desa. Pada suatu hari, entah iblis apa yang merasuk kedalam pikiran, pengembala tersebut tiba-tiba terlintas ide untuk berbuat iseng kepada penduduk desa. Idenya adalah, pengembala tersebut berteriak meminta tolong kepada penduduk desa, karena ada serigala yang menerkam domba gembalaannya.

“Tolong… tolong…. Ada serigala makan domba saya.. tolong… tolong…” terika pengembala panik. Penduduk desa yang mendengar teriakan dari pengembala langsung bergegas menuju asal suara. Namun penduduk desa terkejut melihat apa yang terjadi, tidak ada satu serigala pun disana, bahkan pengembala dan domba-dombanya terlihat baik-baik saja. Pengembala tertawa melihat penduduk desa yang datang berlari dengan wajah panik. Penduduk desa merasa kesal karena telah dibohongi oleh pengembala dan langsung membubarkan diri tanpa diperintah.

Selang beberapa menit, pengembala berteriak kembali seperti teriakan yang sebelumnya untuk kedua kalinya. Penduduk desa yang mendengar teriakan panik pengembala langsung bergegas ke asal suara. Namun lagi, ternyata tidak terjadi apa-apa seperti sebelumnya. Pengembala tertawa terbahak-bahak akan apa yang terjadi. Penduduk desa semakin kesal terhadap tingkah laku si pengembala untuk yang kedua kalinya.

Merasa apa yang dilakukannya berhasil, pengembala kembali berteriak seperti teriakan yang pertama dan kedua untuk yang ketiga kalinya. Penduduk desa yang mendengar teriakan tersebut bergumam antar satu sama lain, “ah paling si pengembala bohong lagi kaya yang tadi, ngapain kita capek-capek kesana..” kata salah satu penduduk desa. “iya bener-bener..” kata penduduk desa lain membenarkan.

Namun sayangnya, teriakan ketiga dari si pengembala bukan sebuah lelucon, akan tetapi sebuah kejadian nyata, dimana pada saat teriakan yang ketiga, serigala benar-benar muncul menerkam para domba-domba gembalaannya.

Cerita diatas menggambarkan bahwa betapa mahalnya sebuah kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita. Sekali dua kali kecewa, orang lain akan sulit memberikan kepercayaan (lagi) kepada kita. Walaupun hal yang sepele. Jadi, masih mau mengecewakan orang yang mempercayai kita? 🙂

*Gambar diambil disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s