TURNAMEN KELAS DUNIA

Image

 

Indonesia Open 2014 merupakan salah satu turnamen kelas super series premier, yang artinya memiliki kelas tertinggi dari kelas turnamen lainnya. Ada 5 negara yang menyelenggarakan kelas super series premier ini. Turnamen kelas super series premier ini merupakan turnamen bergengsi, bagaimana tidak, hadiah yang ditawarkan pun sangat menggiurkan dengan total USD 750.000 atau sekitar kurang lebih 8 miliar rupiah ditambah poin yang banyak jika mencapai juara.

Indonesia Open tahun ini terlihat nuansa yang berbeda, jika beberapa tahun belakangan didominasi oleh warna merah, maka tahun sekarang didominasi oleh warna biru. Hal tersebut berkaitan dengan sponsor utama yang mendukung terselenggaranya indonesia open, dahulu warna merah disponsori oleh djarum foundation namun sekarang disponsori oleh bank bca yang didominasi warna biru. Kesan keindonesiaan sangat terasa, dari mulai maskot sampai tema yang menggunakan batik sebagai primadona bahkan pada acara welcome dinner para atlet disuguhkan cara membatik yang menjadi budaya bangsa indonesia.

Tidak salah jika turnamen indonesia Open disebut-sebut sebagai penyelenggaraan turnamen bulutangkis terbaik di dunia. Secara keseluruhan memang dilaksanakan sangat baik dan sukses, yang paling menonjol dan berbeda dari turnamen lainnya dalah supporter dari Indonesia yang sudah terkenal keriuhannya, kegilaannya dikalangan atlet bulutangkis. Tidak lupa, yel-yel khas suppoerter Indonesia yang berbunyi IN-DO-NE-SIA.. PROK PROK.. PROK PROK.. PROK atau EAK.. HUU.. EAK.. HUU.. dan masih banyak lagi yel-yel yang didengungkan untuk membela atlet Indonesia. Tidak hanya atlet lokal yang didukung oleh supporter Indonesia, atlet luar pun beberapa menjadi primadona, sebut saja Lee Yong Dae asala Korea yang jika disebut namanya saja para supporter perempuan khususnya langsung berteriak histeris, ketampanannya memang bisa disejajarkan dengan personel boyband asal negeri Korea juga. Selain itu Ratchanok Intanon asal Thailand juga menjadi idola supporter Indonesia bahkan Ma Jin pemain asal China juga menjadi idola walaupun menjadi musuh bebuyutan dari pasangan ganda campuran terbaik Indonesia Tantowi/Natsir dan saya termasuk orang yang mengidolakan pemain asal China tersebut J.

Pada tahun ini akhirnya saya berkesempatan menyaksikan secara langsung turnamen bergengsi ini di Istora Senaya Jakarata setelah dua tahun terakhir hanya sampai sebatas niat yang tidak kesampean, dan akhirnya tahun ini kesampean juga J. Saya berkesempatan menyaksikan babak kedua dan babak final. Di babak kedua atau bisa dikatakan babak kualifikasi namun penonton yang hadir ternyata diluar dugaan saya, sangat ramai, walau bangku tidak terisisi penuh. Padahal pemain yang berlaga kebanyakan pemain dengan ranking dibawah sepuluh besar dan beberapa pemain ranking sepuluh besar dunia, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Pada partai final yang digelar 22 juni 2014 minggu lalu saya berkesempatan hadir, yang tak lain adalah mendukung satu-satunya wakil Indonesia di partai final di nomor ganda putra yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menduduki ranking 1 dunia. Partai final kali ini merupakan partai final ideal di setiap nomornya, mempertemukan pemain kenamaan dengan ranking yang tidak jauh berbeda, ini yang membuat saya sangat antusias untuk menyaksikan partai final dan melihat pemain top bulutangkis dunia berlaga secara langsung. Dan ini adalah momen yang pas.

Rangkaian acara partai final dari awal sampai akhir tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, dibenak saya hanya ada pas waktu bertanding pada pukul 13.30 yang bertanding aja, gak ada embel-embel apa-apa lagi. Namun ternyata dugaan saya salah, memasuki gate pada pukul 11 saya mencari posisi duduk yang nyaman, kebetulan saya membeli tiket kelas 2 yang paling murah (kantong mahasiswa) diantara kelas satu dan kelas VIP. Masalah tribun sebenarnya menurut hemat saya tidak ada bedanya, karena dari tribun manapun bisa dengan jelas melihat atlet berlaga, yang membedakan hanya arah dan kedekatan posisi duduk dengan lapangan. Nah, sekitar jam sebelasan itu acara diawali dengan permainan perkusi dan musik yang dimainkan oleh seorang DJ wanita diikuti oleh permainan lampu sorot. Lalu sekitar pukul 12, pembawa acara membuka acara partai final, pembukaan diiringi oleh pertandingan hiburan oleh legenda bukutangkis Indonesia yaitu Susi Susanti, namun saya hanya melihat sebentar karena pada saat itu saya tinggal untuk sholat dzuhur. Setelah pertandingan hiburan tersebut, maka penonton yang sudah mulai memadati tribun dihibur oleh HiVi yang menyanyikan tiga buah lagu diikuti oleh Virzha Indonesian Idol yang menyanyikan dua buah lagu. Hal tersebut yang tidak ada dibenak saya, ternyata ada guest star nya <3.

Jam sudah menunujkan pukul 13.15 yang sebentar lagi memulai pada acara inti. Namun sebelum itu penonton diminta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Pada bagian inilah yang membuat bulu kuduk saya merinding dari awal menyanyi sampai akhir dan tiba-tiba rasa cinta saya terhadap negara ini meningkat drastis memenuhi relung hati, betapa bangganya saya menjadi warga negara Indonesia pada saat itu dan ah.. sulit untuk digambarkan dengan kata-kata perasaan pada saat itu, belum lagi teriakan semangat seluruh supporter seakan membahan di langit Istora, pada nulis bagian ini saya jadi merinding :’). Setelah itu lapangan gelap, dan permainan lampu dilapangan utama sangat indah, sulit menggambarkannya dan sayangnya saya tidak sempat mengabadikannya dikarenakan keenakan melihat permainan lampu itu dan batre ponsel juga sudah menipis. Lalu setelah itu pertandingann dimulai.

Yang pada akhirnya, satu-satunya wakil Indonesia di nomor ganda putra kandas oleh pemain ganda putra asal Korea yang memang merupakan musuh bebuyutan dari pasangan ganda putra terbaik Indonesia dan dunia tersebut. Tidak dapat dipungkiri, raut kekecewaan terlihat hampir diseluruh supporter yang hadir, pun termasuk saya, namun saya tidak merasa sepenuhnya kecewa melihat perjuangan Ahsan/Hendra secara langsung yang saya tau tidak mudah, ditambah supporter yang tetap meneriakan dukungannya walau Indonesia kalah. LUAR BIASA. Saya tidak pernah menyangka atmosfer di Istora akan segila itu, amazing!!! Kegilaan dan keramean supporter Indonesia diajang ini ternyata sudah dikenal oleh para atlet, bahkan ada beberapa atlet luar yang sangat menyukai bermain di Indonesia dengan sorak ramainya supporter yang tidak mereka temukan di negara lain. Chirs Adcock atlet asal Inggris yang menduduki peringkat 5 dunia yang ngetwit di account twitter pribadinya, “Also have to say though, I’ve enjoyed playing here in Indonesia so much again!! The fans are truly unreal & just love badminton!!”atau Carolina Marin pemain asala spanyol ini juga ngetwit di account twitter pribadinya yang emdapat hadiah dari penggemarnya di Indonesia, “See you next year Indonesia!! 🙂 thanks for everything and thanks for all the gifts I have received”. Lihat, betapa kerennya Indonesia! J

Tentu saja saya sudah merasa tidak sabar lagi menunggu Indonesia Open 2015 tahun depan dengan segala pernak-pernik di dalamnya. Indonesia adalah bulutangkis!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s