Barangmu Bukan Milikmu

CLTulisan ini didedikasikan untuk barang tercinta yang belum genap satu tahun, padahal bulan september yang akan datang kita genap satu tahun bersama. Tapi takdir berbicara lain. Handphone kesayangan raib, berpindah tangan kepada orang yang tidak kuhendaki.

Peristiwa ini berawal dari ketika aku hendak berangkat ke kantor menggunakan jasa commuter line Manggarai-Sudirman selasa lalu. Saat itu sedang menunggu kereta arah Sudirman sambil mendengarkan musik menggunakan handphone. Ketika kereta hendak datang aku masukan headset kedalam tas yang dimana posisi tas berada/digemblok di depan badan. Sedangkan handphone dimasukkan di dalam kantong celana sebelah kanan. Kereta tiba, seperti biasa, kereta penuh dan yang mau naek pun juga penuh, jadi kebayang sulitnya untuk naek kereta, dorong-dorongan dan sikut-sikutan sudah menjadi hal biasa. Aku sama sekali tidak memikirkan perihal handphone. Pada saat yang sama, ada perempuan yang handhpone-nya jatuh atau memang ada yang mencopet tapi handphone-nya terjatuh. Dan ternyata ada dua handphone milik perempuan tadi yang handphone-nya jatuh/hilang, karena pada saat itu si perempuan masih miscall (mencari) handphone-nya dengan wajah panik. Sebenernya pada saat itu aku penasaraan dengan handphoneku, ada atau tidak, namun kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengecek maka aku tidak gubris. Pada saat itu kondisi di dalam kereta benar-benar sangat padat, tidak bisa menggerakkan badan satu derajat pun.

Dan benar saja, ketika turun dari kereta handphone sudah tidak ada di dalam kantong celana sebelah kanan. Aku agak berpikir postif,”mungkin lupa naro di dalam tas, atau keselip di dalam tas..”, tapi setelah di periksa tetap tidak ada, kereta sudah melenggang jalan menuruti titah masinis. Saat itu aku langsung shock, deg-deg-an, aktivitas jantung langsung meningkat darstis. Tapi untung tidak bertahan lama. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan handphoneku, termasuk bertanya kepada satpam stasiun atau lain sebagainya.

Hmm..

Ini bukan kejadian yang pertama kali handphone dicuri orang, beberapa bulan sebelumnya juga hampir dicuri, saat itu ada tangan jahil yang berusaha mengambil handphone, untung langsung terjaga, terbangun dari tidur, dan handphone selamat. Namun peristiwa kali ini memang sedang tidak berpihak kepadaku, dan seharusnya peristiwa pertama menyadarkanku akan kehati-hatian.

Tidak lama setelah peristiwa terjadi aku menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miiki sesungguhnya bukan miik kita, apa yang kita miiki saat ini hanyalah titipan dari yang Maha Memiliki. Aku yakin itu cara Tuhan menegur aku akan kesalahan yang telah aku perbuat baik itu tidak sengaja maupun sengaja. Atau berpikir baiknya Tuhan memiliki rencana terbaik pengganti handphone. Itu mengapa di dalam Islam kita tidak dianjurkan untuk cinta dunia, artinya segala sesuatu yang kita miliki kita cintai melebihi apapun, sekedarnya saja, namun begitu bukan berarti ketika rumah kita kemalingan kita diam saja, kita wajib menjaga dan mempertahan barang milik kita, dan jika kita kehilangan sesuatu maka ikhlaskanlah, sesungguhnya barangmu bukan milikmu.

Yang sedang kehilangan,

Wahab Kamal

Gambar diambil disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s