Langkah Kecil Resolusi Hijau

Indonesia merupakan negara dengan keindahan alam yang sudah tidak asing lagi. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa berlimpah, dari mulai kekayaan laut sampai kepada kekayaan hutan dan tumbuhan yang memiliki beragam spesies. Namun sayangnya tidak sedikit hutan yang rusak oleh tangan yang tidak bertanggung jawab terhadap kekayaan hutan Indonesia, yang tentunya berdampak terhadap kerusakan lingkungan bahkan nilai ekonomi. Mengutip Danang D Cahyadi di situs Greenpeace Indonesia bahwa tutupan hutan di Indonesia hanya tinggal 48%, yang artinya hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang cukup serius akibat penebangan liar. Tentu hal tersebut sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Di awal tahun 2015 merupakan langkah awal yang tepat untuk memulai kembali langkah nyata untuk melakukan penghijauan yang sudah menjadi kampanye tahunan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan berbagai macam organisasi-organisasi yang memiliki fokus terhadap menjaga dan melestarikan kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Banyak sekali resolusi baru yang menjadi target bergbagai banyak pihak dalam melestarikan lingkungan, dari mulai resolusi dengan skala besar sampai kepada resolusi yang berskala kecil.
Resolusi dalam upaya melestarikan kembali lingkungan hijau tentu harus didukung penuh untuk mencapainya. Bagi pemerintah dan organisasi besar yang memiliki fokus terhadap kelestarian alam Indonesia, tentu resolusi yang dicanangkan mencangkup skala besar, seperti menjaga kelestarian hutan dari penebangan liar, konservasi hutan lindung, pemanfaatan hasil alam hutan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, menjaga flora dan fauna yang hidup dalam hutan itu sendiri dan masih banyak lagi resolusi atau target yang harus dicapai dalam skala besar dalam rangka menjaga hutan dan melestarikan lingkungan hijau.
Bagi masyarakat umum yang memiliki keprihatinan terhadap rusaknya hutan di Indonesia dan memiliki kesadaran untuk melestarikannya kembali tentunya memiliki keterbatasan waktu dan biaya sehingga sulit bagi masyarakat umum untuk terjun langsung ke lokasi hutan. Resolusi kecil yang dapat dilakukan oleh masyarakat pada umumnya dalam membantu menjaga dan melestarikan lingkungan seperti menanam tanaman kecil di halaman rumah, aktif dalam kegiatan yang bersentuhan dengan kelestarian alam. Berbicara mengenai lingkungan alam, tidak hanya terfokus hanya pada isu rusaknya hutan di Indonesia dan cara melestarikannya lagi, namun kegiatan yang lingkupnya berkaitan dengan lingkungan tentu tidak lepas dengan isu-isu terkait lingkungan lainnya seperti membuat lubang biopori di setiap rumah untuk mencegah terjadinya banjir, mengelola limbah sampah menjadi pupuk kompos, memanfaatkan sampah-sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis dan lain sebagainya.
Kegiatan yang disebutkan sebelumnya bukan lagi isapan jempol belaka, saat ini sudah banyak yang merealisasikan kegiatan-kegiatan tersebut dalam skala kecil maupun besar, misalnya pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos telah dilakukan Amilia Agustin, si ratu sampah begitu ia dijuluki karena pada saat duduk dibangku SMP ia dan beberapa temannya mengumpulkan sampah di sekitar sekolahnya untuk diolah menjadi pupuk kompos. Amilia pun mendapatkan berbagai tawaran beasiswa dari beberapa negara karena aksi dan ide cemerlangnya tersebut.
Lain hal yang dilakukan oleh warga kampung Banjarsari XI RT 008/008 Kelurahan Cilandak Barat Jakarta Selatan yang memiliki inisiatif mengembangkan kampung hijau. Kampung hijau ini memiliki konsep yang sederhana, sepanjang jalan di kampung ini ditanami tanaman menggunakan medium pot, bahkan hal tersebut didasari oleh kesadaran warga masing-masing. Tanaman obat pun dibudidayakan di kampung hijau ini, jumlahnya mencapai 150 jenis tanaman obat yang awalnya hanya berjumlah 20. Kampung hijau Banjarsari ini menjadi kampung percontohan dalam mengembangkan penghijauan bagi kampung lainnya. Atas kerja keras warga kampung Banjarsari dalam kegiatan melestarikan lingkungan dan penghijauan, UNESCO menyuntikan dana segar untuk kampung hijau Banjarsari dalam melakukan pengembangan lingkungan hijau agar lebih luas lagi.
Resolusi-resolusi tersebut memang terkesan sederhana dan bukan menjadi hal yang luar biasa, namun jika masyarakat sungguh-sungguh dalam melakukannya tentu akan mendapatkan hasil yang baik paling tidak bagi lingkungan kecil masyarakat tersebut. Dengan demikian, masyarakat luas akan melihatnya dan menilai kegiatan-kegiatan tersebut memiliki nilai yang sangat baik dalam upaya mengkampanyekan penghijauan serta menajaga dan melestarikan lingkungan sekitar khususnya, dan umumnya penghijauan untuk negeri ini. Apalagi teknologi komunikasi dan informasi sudah sangat maju, media sosial sudah sedemikian mudahnya dijangkau oleh masyarakat sehingga kegiatan yang berkaitan dengan penghijauan dapat dengan mudah disebarkan kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan penghijauan sejalan dengan The Nature Conservacy sebagai salah satu organisasi yang concern dalam melindungi alam. Hal tersebut dapat dilihat dari misi The Nature Conservacy yaitu melestarikan daratan dan perairan yang menjadi sandaran bagi semua kehidupan, mempromosikan nilai alam dan membantu memicu perubahan transformasional dalam konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam untuk kepentingan manusia dan alam. Misi tersebut sangat realistis terhadap fakta yang ada saat ini, dimana Indonesia sebagai negara kaya akan di perairan maupun di daratan harus memanfaatan sumber daya tersebut bagi keberlangsungan hidup seluruh masyarakat Indonesia tanpa merusak alam itu sendiri.
Mencantumkan resolusi hijau di tahun 2015 ini bukanlah tanpa alasan, ada banyak sekali ‘pekerjaan rumah’ yang harus dilakukan demi terciptanya lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Dengan melakukan langkah kecil resolusi hijau di tahun 2015 ini, anda sudah mendukung The Nature Conservacy Program Indonesia dalam melindungi alam dan melestarikan kehidupan.

Referensi:
http://www.nature.or.id/tentang-kami/misi-visi-dan-nilai-nilai-kami/index.htm
http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/hutan-indonesia-kekayaan-dan-kompleksitas-mas/blog/48605/
http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/09/belajar-dari-amilia-agustin-ratu-sampah-475540.html
http://kabarinews.com/banjarsari-kampung-yang-mendunia/36575

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s