Pulang

pulang

Pulang-Tere Liye

Judul Buku   : Pulang

Penulis          : Tere Liye

Tahun Terbit : September 2015

Penerbit         : Republika Penerbit

Tebal Buku   : 400 hlm

Pulang mengisahkan seorang laki-laki bernama Bujang yang tinggal di sebuah kampung pelosok Sumatera. Penduduk kampung tersebut menyebutnya talang. Sejak pertemuan dengan Tauke Muda, teman lama dari bapaknya membuat Bujang tidak kenal definisi takut di dalam hidupnya. Pertemuan itu pula lah yang membuat Bujang hijrah dari kampungnya untuk mengubah hidupnya. Kecerdasannya membuat ia menjadi orang kepercayaan Tauke Muda—mafia shadow economy kelas kakap. Shadow economy sudah menjadi bagian hidupnya. Namun hidup Bujang tidak semulus dengan karirnya. Berbagai peristiwa yang tidak pernah terpikirkan olehnya hadir bertubi-tubi. Kehilangan orang-orang tercinta, permusuhan, terlebih pengkhianatan. Semu itu Bujang lalui dengan darah dan peluh. Satu hal yang dapat mengobati semua perjuangan itu adalah pulang.

Tere Liye kembali hadir dengan novel terbarunya berjudul Pulang Kisah Bujag ditulis dengan apik oleh Tere Liye. Terbukti, baru dua bulan terbit sudah tiga kali cetak ulang. Kredibilitas seorang Tere Liye dalam meramu sebuah novel jangan ditanya lagi. Kelihaian jari-jari Tere Liye membuat novel ini menjadi sangat menarik untuk dibaca. Pemilihan diksi yang tepat membuat novel ini asyik untuk dibaca dan mudah dipahami. Karakter tokohnya sangat kuat sesuai dengan perannya masing-masing.

Dari sisi jalan cerita, sesungguhnya Pulang tidak serumit dan sekompleks novel-novel Tere Liye sebelumnya. Tema dari novel ini menjadi daya tarik, shadow economy. Tidak banyak yang mengangkat tema tentang dunia hitam ini. Tema yang sesungguhnya tidak asing bagi kita, namun tidak banyak yang tahu bagaimana dunia hitam tersebut bekerja secara sistematis dan rapih. Tere Liye berhasil mengajak pembacanya seolah-olah berada di dunia tersebut. Dan yang tak menarik adalah makna yang tersirat di dalam novel ini yang coba Tere Liye sampaikan lewat kisah Bujang.

Ada dua makna tersirat yang saya coba tangkap dari apa yang Tere Liye sampaikan di dalam novel Pulang ini. Pertama adalah takut. Takut merupakan sifat dasar manusia yang tidak dapat dipisahkan. Takut akan kegagalan hidup, takut tidak bisa makan, takut tidak lulus, takut miskin, takut ditolak ketika melamar, takut dirampok, takut dikhianati, takut dalam mempertahankan jiwa raga dan lain sebagainya. Ada saja rasa takut yang menyusup ke dalam diri ketika hendak melakukan sesuatu. Takut terjadi hal-hal buruk ketika menjalani hidup di dunia ini. Pada hakikatnya definisi takut yang sesungguhnya adalah takut terhadap Tuhan. Sayangnya inilah yang terjadi, takut terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan duniawi namun tidak takut terhadap Dzat Sang Pencipta. Kepada Dzat yang telah menciptakannya. Itulah yang terjadi pada Bujang.

Inti kedua dari novel ini terletak pada judulnya, yaitu Pulang. Ya, pulang. Setiap orang mempunya definisi masing-masing pada kata pulang. Sejauh apapun kita pergi, sejauh apa pun kita melangkah maju, sekeras apa pun kita berusaha untuk pergi menjauh, sekuat apa pun kita menahan ego, pada akhirnya kita harus pulang. Secara harfiah, pulang berarti kembali ke tempat dimana kita tinggal, tempat dimana kita tumbuh besar. Secara hakikat, pulang memiliki makna yang sangat dalam, pulang ke arah siapa diri kita yang sesungguhnya. Terlebih, pulang kepada pangkuan Tuhan.

“… Sungguh, besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan Mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada di dalam dirimu. Pulang…” –Mamak

SUCI 5 dan Kenangan Gelak Tawa

Belakangan ini dunia komedi di Indonesia bisa saya katakan memasuki era baru. Era dimana komedi bukan hanya sekedar lawakan yang gitu-gitu aja. Adalah Stand Up Comedy yang meramaikan dunia komedi Indonesia. Saya tidak tahu definisi menurut teori yang berlaku makna atau hakikat dari stand up comedy itu apa. Menurut saya melihat secara luas stand up comedy itu adalah cara berkomedi yang dilakukan oleh seseorang dengan berdiri didepan/diatas panggung, dan melontarkan lelucon dengan berbagai macam teknik dan gaya. Orang yang berprofesi sebagai stand up comedy disebut Komik. Itulah terjemahan definisi stand up comedy menurut saya pribadi.

Stand up comedy disebut-sebut sebagai lawakan cerdas. Saya tidak tahu persis sebenarnya mengapa stand up comedy disebut sebagai lawakan yang cerdas. Saya menilai, mengapa stand up comey disebut sebagai lawakan cerdas adalah karena materi yang dibawakan diatas panggung oleh para komika bukan sekedar materi lawakan biasa. Artinya materi yang disampaikan tidak hanya lelucon kosong tanpa makna. Ada pesan yang mau disampaikan oleh para komika melalui cara komedi. Terlebih lagi materi yang disampaikan berasal dari keresahan para komika. Apapun bisa dijadikan bahan stand up comedy, mulai dari hal-hal sederhana disekitar kita maupun hal-hal berat seperti ekonomi, politik bahkan agama. Seperti yang saya katakan, stand up comedy bukan hanya lelucon kosong tanpa makna.

Maraknya stand up comedy di Indonesia dan tumbuhnya komunitas-komunitas ditiap daerah di Indonesia bahkan di kampus-kampus membuat Kompas TV membuat sebuah acara kompetisi stand up comedy yang diberi nama Stand Up Comedy Indonesia atau yang lebih akrab disebut SUCI. Kompetisi ini mempertemukan antar para komika terbaik di Indonesia melalui audisi yang diselenggarakan di berbagai kota. Tentunya kompetisi ini bertujuan untuk mencari talenta komik terbaik di Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap stand up comedy membuat kompetisi ini berlanjut sampai season 5 yang baru saja usai 9 juli lalu. Sebuah acara kompetisi komedi bisa sampai pada tahun kelima merupakan pencapaian yang luar biasa.

Tak terasa stand up comedy Indonesia season 5 atau biasa disebut SUCI 5 telah usai 9 juli yang lalu. Perjalanan panjang telah dilalui para finalis SUCI 5. Tentunya banyak sekali hal-hal yang menurut saya luar biasa di panggung SUCI 5 kali ini. Para finalis merupakan komika terbaik melalui audisi yang diselenggarakan dibeberapa kota besar di Indonesia. Pastinya komika yang datang ke Jakarta para komika terbaik pilihan juri. Jurinya siapa lagi kalo bukan Raditya Dika dan Om Indro, dua legenda komedi Indonesia berbeda zaman. Namun sayang, di panggung SUCI 5 ini semua finalis adalah laki-laki. Tidak ada komika perempuan. Apapun itu, saya percaya pilihan juri adalah mencari yang terbaik.

SUCI 5 diwali dengan Pre Show. Panggung pre show bertujuan untuk menyaring lagi komika yang benar-benar layak menjadi finalis SUCI 5. Sehingga terpilihlah 16 komika terbaik yang menjadi finalis SUCI 5. Tidak hanya pre show, di panggung SUCI 5 ini pula ada poling komika favorit pilihan masyarakat melalui vote di website Stand Up Comedy Kompas TV. Setiap minggunya akan diumumkan komika favorit pilihan masyarakat. Ini menarik, melihat perkembangan teknologi di masyarakat, SUCI 5 memanfaatkan media social untuk berinteraksi dengan masyarakat agar lebih banyak lagi masyarakat yang antusias terhadap kompetisi SUCI 5 khususnya. Ohiya, penonton juga bisa menjadi juri selain ketiga juri di panggung yang mengomentari para komika tampil dengan mengirimkan video berisi komentar terhadap komika yang tampil. Video yang terpilih akan ditampilkan diakhir komika yang dikomentari tampil!

Banyak banget kenangan yang berkesan di panggung suci 5 ini. Kalo diceritain semua kepanjangan nulis di blognya, entar orang bingung bacanya, ini review apa novel (?).

Saya setuju banget sama komentar Raditya Dika ketika komentarin Dani, saya lupa persisinya apa yang dikatakan Raditya Dika, tapi initinya dia bilang stand up comedy season 5 khususnya dan umumnya komedi di Indonesia beruntung banget bisa nyaksisiin komedi yang mewah banget kaya gini, mewah karena dunia stand up comedy di Indonesia dibawakan oleh seorang Dani dengan segala keterbatasannya tapi dia mampu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. Saya juga tidak menyangka bahwa ada komika seperti Dani dengan segala keterbatasannya, dia mau dan mampu membawakan sebuah materi dengan ciamik diatas panggung. Saya melihat Dani seperti orang normal yang duduk diatas kursi roda saja, tidak kekurangan. Bahkan kondisinya menjadi keuntungan bagi dirinya dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memberikan dukungan kepadanya, terbukti, Dani bisa menembus 4 besar! WOW!

Mungkin salah satunya hal tersebut yang membuat stand up comedy disebut lawakan cerdas. Siapapun bisa jadi komik, menyampaikan materi diatas panggung. Tidak peduli siapa dan apa profesinya. Semua orang boleh beridiri diatas panggung stand up comedy. Dan itu yang nyata di panggung SUCI 5. Para finalis berasal dari suku, agama, profesi yang berbeda-beda. Dan itu keren!

Grand final SUCI 5. Episode paling ditunggu-tunggu masyarakat untuk mengetahui siapa jawara SUCI 5 tahun ini. Komika terbaik dari yang terbaik. Grand final SUCI 5 mempertemukan 3 komika terbaik. Sebelumnya, saya berpikir hanya akan 2 komika yang masuk grand final. Ternyata dugaan saya meleset. SUCI 5 mempertemukan 3 komika di panggung grand final. Kalo menurut saya, untuk grand final 2 komika sudah cukup. Tapi entah apa alasan juri dan Kompas TV memilih 3 komika yang tampil di grand final. Mungkin ketiga finalis ini memiliki kualitas yang sama bagus. Dan saya mengamini. Ketiganya memang memiliki kualitas yang bagus dengan ciri khas-nya masing-masing.

Grand final SUCI 5 adalah grand final yang ideal. Mempertemukan ketiga grand finalis kualiatas bagus dan favorit pilihan masyarakat. Ketiganya pernah menjadi komik pilihan masyarakat melalui vote di website. Yang keren di panggung grand final SUCI 5 adalah setting panggung yang menyesuaikan dengan karakter dari para grand finalis. Rahmet dengan ke-STM-annya. Rigen dengan ke-Kelantang-aanya. Indra dengan ke-Unik-aanya. Sehingga ketika para grand finalis tampil saya sebagai penonton dapat merasakan lebih nyata kondisi atau materi yang disampaikan oleh grand finalis. Karakternya terlihat lebih kuat dari masing-masing grand finalis. Namun secara materi, kok saya merasa tidak sepecah di show-show sebelumnya. Tetep lucu, tapi kurang ugh gitu.

Saya menduga yang keluar sebagai jawara SUCI 5 ini adalah Rahmet. Namun (lagi) saya meleset. Rigen adalah jawara SUCI 5. Bukan apa-apa, melihat penampilan Rahmet yang menurut saya cukup konsisten disetiap show dan beberapa kali mendapatkan kompor gas dari Om Indro. Inilah grand final, inilah kompetisi, apapun bisa terjadi. Yang berjuang keras dan berdoa tanpa henti, itulah juaranya. Namun apapun hasilnya, itu mutlak keputusan juri. Saya percaya juri lebih tahu dan mempunyai penilaian dari sisi yang mungkin saya tidak melihat itu. Keputusan juri adalah keputusan yang terbaik.

Sekarang, hanya kenangan gelak tawa yang terngiang didalam pikiran. Saya ingat tawa maksa Tomy Babap. Wira dengan kumis dan kepuitisannnya. Dani dengan kursi rodanya. Siulan dari bang Rachman. Rigen dengan ‘kemarah-marahannya’. Barry dengan anak motornya. Indra dengan temannya yang bernama Plastik. Komik call back bernama Kalis. Dicky dengan gaya kemayunya. Gurunya Rahmet, Pak Congli. Ah, terlalu banyak kenangan.

Ngomong-ngomong soal pak Congli, di show berapa gitu, setiap komika dihadirkan bintang tamu yang biasa disebut-sebut dalam materi yang disampaikan. Rahmet yang hampir disetiap materinya menyebut nama gurunya Congli, alhasil bintang tamu yang dihadirkan untuk Rahmet adalah pak Congli! Asli itu epic banget. Memori otak langsung berkelebat inget-inget bit Rahmet yang ada pak Conglinya. Dan pak Conglinya senyum-senyumnya aja nama samarannya dijadiin materi sama Rahmet, demi murid :). Saya kecewa, harapannya pas Indra, bintang tamu yang dihadirkan itu temannya, iya, yang namanya itu. Plastik.

SUCI 5, KOMPOR GAS!!!

Puasa Sehat dan Berkualitas

Halooo sob, bagaimana puasanya hari ini? Tetap semangat dan sehat, kan? Ngomong-ngomong tentang puasa, ada beberapa tips nih buat sobat semua yang menjalankannya agar tetep sehat dan gak loyo seharian. Mau tau apa aja? Yuk intip tips-tips dibawah ini:

  1. Sahur

Sahur merupakan bagian penting sebelum menjalankan ibadah puasa, mengapa? Karena dengan sahur tubuh kita akan memiliki cadagan energi yang cukup untuk beraktivitas seharian. Makanan yang direkomendasikan saat santap sahur diantaranya mengkonsumsi buah-buahan seperti pisang, kurma, atau buahan-buahan yang mengadung banyak air agar cadangan air dalam tubuh melimpah. Perbanyak makan sayuran, protein dan tentunya karbohidrat yang cukup. Jangan lupa minum air putih yang banyak. Tapi jangan segalon juga, 3 gelas air puith cukup memenuhi kebutuhan air selama berpuasa. Selesai santap sahur, niat puasanya jangan sampe kelupaan. Ohiya, dalam hadis Nabi dikatakan bahwa dalam sahur mengandung keberkahan loh. Ayok dong bangun sahur, jangan sampe kesiangan ya sob hehe.

  1. Aktivitas Waktu Subuh

Hayo siapa yang habis sahur terus tidur? Terus sholat subuhnya kebablasan sampai jam 9 pagi? Semoga enggak ya. Sehabis sahur jangan langsung tidur, bersiap sholat subuh berjamaah di masjid yuk sob. Pahala sholat subuh berjamaah di masjid memiliki pahala seperti sholat semalam suntuk loh. Wuihh… keren banget, kan? Apalagi di Bulan Suci Ramadhan ini, makin gede aja keutamaannya. Selepas sholat subuh boleh dong dilanjut sama tadarus Al-Quran. Bulan Suci Ramadhan kan bulan diturunkannya Al-Quran, maka yuk perbanyak membaca Al-Quran di Bulan Suci Ramadhan ini.

  1. Olahraga

Berpuasa jangan dijadikan alasan untuk kita tidak berolahraga dipagi hari ya sob. Sehabis membaca Al-Quran tadi, yuk kita siap-siap olahraga, mumpung masih pagi, udara masih seger. Olahraga ketika berpuasa gak usah yang berat-berat. Lari pagi santai keliling komplek udah lebih dari cukup. Atau jalan santai juga boleh banget, sambil menggerak-gerakkan tangan dan tubuh kita. Atau cuma melakukan peregangan ringan juga boleh, yang penting tubuh kita diajak bergerak, agar metabolisme dalam tubuh lancar dan tubuh menjadi bugar.

  1. Aktivitas Pagi Hari

Habis olahraga terus mandi pasti tubuh langsung seger-buger nih. Enak, kan? Nah mumpung masih pagi dan tubuh masih seger, mendingan dilanjut sholat sunnah dhuha. Setelah melakukan ibadah sunnah, dilanjut dengan aktivitas yang biasa dilakukan ketika hari libur biasanya. Aktivitas yang paling baik kalo hari libur gini sih berkumpul bersama keluarga. Saling berbagi cerita selama sepekan. Wah pasti seru tuh. Ohiya, gadgetnya disimpan dulu ya, jangan sampe gadget mengganggu kualitas berkumpul bersama keluarga. Kaloi yang belum berkeluarga gimana? Eits tenang, sobat bisa melakukan hobi kesukaan, misalnya membaca buku, menulis blog, dan lain-lain. Tergantung minat atau hobi yang sobat sukai. Tentunya yang bermanfaat dong. Bermain video game juga boleh, tapi jangan sampe kebablasan juga ya.

  1. Aktivitas Siang Hari

Aktivitas yang kita lakukan dari bangun sahur sampai tengah hari memang cukup melelahkan juga. Nah di siang hari kamu bisa memanfaatkannya untuk istirahat sob. Tidur di siang hari penting juga loh untuk menjernihkan pikiran kita. Tidurnya jangan lama-lama, 1-2 jam sudah lebih dari cukup. Jangan disengajain sampai waktu berbuka tiba baru bangun ya hehe.

  1. Aktivitas Petang Hari

Petang hari itu tandanya waktu berbuka sudah hampir tiba. Wah, makin gak sabaran ya untuk berbuka puasa? Hihi.. Sabar dulu ya. Di Bulan Suci Ramadhan ini aktivitas apa hayo yang biasa dilakukan oleh orang-orang di Indonesia? Yap, betul sekali, ngabuburit! Ngabuburit udah gak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia sob. Aktivitas dimana dilakukan untuk menunggu waktu berbuka tiba. Biasanya sih ngabuburit itu pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi. Contohnya tempat-tempat yang banyak pedagang menjual panganan untuk berbuka. Wah pasti seru ya, ngabuburit sambil berburu menu berbuka puasa. Boleh dicoba nih.

  1. Berbuka Puasa

“(Dug.. dug.. dug..) Allahu Akbar, Allahu Akbar… “ terdengar suara pukulan bedug tanda waktu maghrib tiba. Adzan berkumandang. Alhamdulillah, waktu berbuka puasa telah tiba. Pasti wajah sobat semua sumringah semua nih. suara yang ditunggu-tunggu akhirnya bunyi juga hehe. Eits, sebelum berbuka pastinya baca doa dulu dong, sunahnya dilanjut makan buah kurma terlebih dahulu, baru makanan dan minuman lainnya. Makannya pelan-pelan saja ya, nanki keselek loh. Jangan sekaligus banyak juga, lambung akan kaget kalau makan sekaligus banyak. Berbuka puasa secukupnya saja ya sob, jangan mengikuti hawa nafsu, nanti malah kekenyangan, terus males deh untuk sholat isya dan tarawih berjamaah di masjid, kan sayang. Setelah selesai berbuka puasa jangan lupa mengucap Alhamdulilah ya.

Nah itulah beberapa tips berpuasa dari bangun sahur sampai maghrib tiba agar ketika berpuasa tetap sehat dan segar-bugar, tentunya diisi dengan aktivitas yang bermanfaat, baik untuk jasmani kita maupun ruhani kita. Semoga tips-tips diatas dapat bermanfaat untuk kita semua ya sobat, dan puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amiin.

Mengagumi Gelombang

Judul Buku       : Gelombang

Penulis             : Dee Lestari

Tahun Terbit     : Oktober 2014

Tebal Buku      : 482 hlm

Harga              : Rp. 79.000

“Namamu Alfa, kan? Nomor satu itu artinya. Kalau kau jadi nomor satu di New York, artinya kau jadi nomor satu di mana pun.”

Petikan percakapan diatas benar adanya. Thomas Alfa Edison, tokoh utama yang akrab disapa Inchon memang menjadi nomor satu dihati para pembacanya. Inchon merupakan panggilan akrab Alfa ketika masih tinggal di Sianjur Mula-Mula, asal-muasal Batak bermula. Menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman bernama Sianjur Mula-Mula Alfa menjalani hidupnya seperti kebanyakan orang, tidak ada yang aneh dalam hidupnya. Kondisi kehidupan Alfa mulai berubah ketika ada upacara gondang di kampungnya. Semenjak upacara tersebut Alfa diikuti oleh makhluk halus yang disebut sebagai Si Jaga Portibi, ditambah dengan mimpi buruk yang terus berulang. Alfa tidak pernah menyangka kehidupannya akan penuh kejutan, bahkan kejutannya membuat ia hampir mati karena mimpi yang dialaminya. Mimpi jugalah yang membuat Alfa tahu siapa dia sebenarnya. Tidak hanya itu, pembaca akan dikejutkan dengan kisah Alfa ketika menetap di Amerika sebagai imigran gelap, bagaimana Alfa mulai sadara bahwa mimpi yang mencoba membunuhnya ternyata adalah sebuah petunjuk yang amat sangat penting.

Lagi dan lagi, Dee Lestari membuat sebuah karya yang sangat apik. Sebenarnya saya tidak kaget kalo buku Supernova Gelombang ini akan sangat lezat untuk dinikmati, melihat seluruh buku sebelumnya sukses membuat saya ternganga, tak bisa berkata-kata! Setiap buku memiliki ciri khas yang berbeda-beda, sebut saja PARTIKEL yang semua emosi tercurahkan dalam satu buku, jalan cerita yang membuat saya gigit jari, garuk-garuk kepala, bergumam tidak jelas, dan kegiatan yang saya sendiri bingung bagaimana mengekspresikannya. Atau buku PETIR yang pembawaannya sangat santai banget, mudah dipahami karena memang hampir seluruhnya hal-hal yang kita lakukan atau lihat sehari-hari, terlebih leluconnya bikin perut sakit karena ketawa ngakak.

Pun demikian ketika saya membaca buku Gelombang . Buku kelima dari serial Supernova ini memiliki ciri khas, logat Batak terasa kental ketika menceritakan kehidupan Alfa di Sianjur Mula-Mula. Tanpa perlu di setting terlebih dulu, otak kita langsung mengikuti logat Batak disetiap percakapan yang ada. Ajaib memang, padahal saya orang Betawi. Itulah kelebihan yang dimiliki oleh Dee Lestari, pemilihan diksi yang pas banget, Gelombang membuat saya malas menutup buku atau sekedar menggeser pantat dari atas bangku yang menjadi alas duduk. Penggabungan antara bahasa indonesia dan bahasa inggris pun asik banget, duh gimana ya jelasinnya, pokoknya asik deh, bahasa inggris yang dipake pun mudah dimengerti karena memang kebanyakan bahasa sehari-hari, jadi gak perlu buka kamus lagi.

Karakter yang kuat juga sudah melekat di setiap tokoh imajinasi Dee. Setiap karakter memiliki daya tarik yang berbeda-beda. Dalam Gelombang, Alfa memiliki karakter yang cowok banget, cool, cerdas gak ketolongan—diterima tiga universitas ternama Amerika ditambah meloloskan kedua orang sahabatnya, mempunyai motivasi yang tinggi namun ada jiwa melankolis didalamnya. Percampuran karakter seperti itulah yang membuat setiap tokoh Supernova mempunyai daya pikat yang kuat, yang membuat cewek-cewek penggemar Supernova kepincut sama Bodhi, Kell dan Alfa. Bahkan saya mengkhayal menjadi sosok alfa dikehidupan nyata, hihi. Penamaan setiap tokoh pun disesuaikan dengan karakternya. Dibaliknya terdapat filosofi yang melatarbelakangi mengapa nama itu ada dan begitu penting.

Yak, RISET! Isi buku Supernova ‘mahal’ banget karena risetnya. Supernova bukan cuma kisah imajinatif belaka yang tidak memiliki dasar dan pengetahuan didalamnya. Gelombang membuat saya jadi tahu banyak tentang tidur yang selama ini saya tahu hanya aktivitas merem—mimpi—melek di malam hari. aktivitas tidur dibahas dari sudut medis loh, bukan hanya dari pengalaman belaka saja, ada teori yang mendasarinya. Untuk masalah riset, gak usah ditanya lagi kapasitasnya. Jika tidak percaya, silakan baca dari buku pertama sampai buku keempat.

Tidak ada yang lebih penting dari buku Gelombang ini selain teka-teki yang masih menjadi misteri penggemar Supernova. Gelombang sedikit banyak mengungkap teka-teki lebih terungkap. Namun masih saja belum bisa ditebak. Istilah seperti Peretas, Infiltran dan Sarvara serta penjelasan masing-masing perannya, Asko dan Antarabhava, munculnya Ishtar dikehidupan Alfa, peran Bintang Jatuh yang dikenal sebagai Diva dibuku pertama membuat saya sebagai pembaca makin gregetan. Bukan Dee namanya kalo tidak membuat penggemarnya penasaran, sampe-sampe harus membuat coretan jalan cerita Supernova yang belum juga mendapatkan titik temu, seperti kejadian di akhir buku Gelombang ini:

Sejurus tangan tahu-tahu lewat di depan halaman yang tengah kubaca, mamkasaku kembali menengok ke samping.

                “Kell,” ia memperkenalkan diri.

                “Alfa.” Aku menyambut jabat tangannya.

Sekali lagi, Dee membuat saya gila.

**

Saya pantas menjadi salah satu peserta yang turut serta dalam event Dee’s Coaching Clinic. Saya merupakan penggemar buku, terutama dengan genre novel. Karya-karya Dee Lestari memberikan motivasi yang kuat kepada saya untuk bisa menulis. Event Dee’s Coaching Clinic merupakan kesempatan saya untuk menimba ilmu dari penulis Supernova langsung yang mungkin sulit ditemui diberbagai kesempatan. Di event Dee’s Coaching Clinic saya mau belajar tentang kepenulisan, bagaimana teknik menulis yang baik, mencari ide, menciptakan karakter tokoh yang kuat, bagaiamana riset dilakukan dan hal-hal lain yang saya yakin banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru untuk saya dalam menciptakan sebuah karya yang layak untuk dibaca oleh pembaca. Tentunya event Dee’s Coaching Clinic berharap setelahnya muncul bibit-bibit penulis baru yang memiliki kemauan kuat dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Dan saya memiliki kemauan yang kuat tersebut. Terima kasih.

Posisi Sahabat

Perahu_Kertas_Sampul

#KisahKasihFavoritku Perahu Kertas Hal. 319

“Selamat. Kamu berhasil jadi juara satu. Tidak ada yang menggeser posisi lu buat gua, Gy,” ucap Noni sambil tersenyum ceria. Kugy membaca tulisan di medali emas itu. Sahabat Terbaik dan Terawet.

Saya sepakat dengan Noni, tidak ada yang dapat menggeser posisi seorang sahabat didalam kehidupan kita. Sahabat ibarat dua mata sisi sebuah koin, tidak dapat dipisahkan. Mengapa? Karena sahabatlah yang paling mengerti satu sama lain, daripada pacar sekalipun. Sahabatlah yang paling mengetahui seluk beluk siapa diri kita sebenarnya. Jika kita mempunyai kabar buruk, seorang sahabat siap menjadi pendengar pertama, ia rela memberikan sebagian dirinya untuk merasakan pedihnya kabar buruk yang kita rasakan. Pun dengan kabar baik, sahabat menjadi orang pertama pula yang siap menampung luapan kegembiaraan dari kita. Tak peduli pada saat itu ia sedang merasakan kepedihan akan realitas hidupnya. Demi kebahagiaan sahabat terbaiknya. Jika ada saat dimana hubungan antar sahabat renggang, semesta tidak akan tinggal diam. Semesta memiliki cara agar antar sahabat kembali menyatu. Entah bagaimana caranya.

Kisah kasih antar sahabat merupakan cinta kasih yang sesungguhnya. Kasih yang begitu tulus. Dan tak akan pernah putus.

Gambar diambil disini

Langkah Kecil Resolusi Hijau

Indonesia merupakan negara dengan keindahan alam yang sudah tidak asing lagi. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa berlimpah, dari mulai kekayaan laut sampai kepada kekayaan hutan dan tumbuhan yang memiliki beragam spesies. Namun sayangnya tidak sedikit hutan yang rusak oleh tangan yang tidak bertanggung jawab terhadap kekayaan hutan Indonesia, yang tentunya berdampak terhadap kerusakan lingkungan bahkan nilai ekonomi. Mengutip Danang D Cahyadi di situs Greenpeace Indonesia bahwa tutupan hutan di Indonesia hanya tinggal 48%, yang artinya hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang cukup serius akibat penebangan liar. Tentu hal tersebut sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Di awal tahun 2015 merupakan langkah awal yang tepat untuk memulai kembali langkah nyata untuk melakukan penghijauan yang sudah menjadi kampanye tahunan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan berbagai macam organisasi-organisasi yang memiliki fokus terhadap menjaga dan melestarikan kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Banyak sekali resolusi baru yang menjadi target bergbagai banyak pihak dalam melestarikan lingkungan, dari mulai resolusi dengan skala besar sampai kepada resolusi yang berskala kecil.
Resolusi dalam upaya melestarikan kembali lingkungan hijau tentu harus didukung penuh untuk mencapainya. Bagi pemerintah dan organisasi besar yang memiliki fokus terhadap kelestarian alam Indonesia, tentu resolusi yang dicanangkan mencangkup skala besar, seperti menjaga kelestarian hutan dari penebangan liar, konservasi hutan lindung, pemanfaatan hasil alam hutan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, menjaga flora dan fauna yang hidup dalam hutan itu sendiri dan masih banyak lagi resolusi atau target yang harus dicapai dalam skala besar dalam rangka menjaga hutan dan melestarikan lingkungan hijau.
Bagi masyarakat umum yang memiliki keprihatinan terhadap rusaknya hutan di Indonesia dan memiliki kesadaran untuk melestarikannya kembali tentunya memiliki keterbatasan waktu dan biaya sehingga sulit bagi masyarakat umum untuk terjun langsung ke lokasi hutan. Resolusi kecil yang dapat dilakukan oleh masyarakat pada umumnya dalam membantu menjaga dan melestarikan lingkungan seperti menanam tanaman kecil di halaman rumah, aktif dalam kegiatan yang bersentuhan dengan kelestarian alam. Berbicara mengenai lingkungan alam, tidak hanya terfokus hanya pada isu rusaknya hutan di Indonesia dan cara melestarikannya lagi, namun kegiatan yang lingkupnya berkaitan dengan lingkungan tentu tidak lepas dengan isu-isu terkait lingkungan lainnya seperti membuat lubang biopori di setiap rumah untuk mencegah terjadinya banjir, mengelola limbah sampah menjadi pupuk kompos, memanfaatkan sampah-sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis dan lain sebagainya.
Kegiatan yang disebutkan sebelumnya bukan lagi isapan jempol belaka, saat ini sudah banyak yang merealisasikan kegiatan-kegiatan tersebut dalam skala kecil maupun besar, misalnya pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos telah dilakukan Amilia Agustin, si ratu sampah begitu ia dijuluki karena pada saat duduk dibangku SMP ia dan beberapa temannya mengumpulkan sampah di sekitar sekolahnya untuk diolah menjadi pupuk kompos. Amilia pun mendapatkan berbagai tawaran beasiswa dari beberapa negara karena aksi dan ide cemerlangnya tersebut.
Lain hal yang dilakukan oleh warga kampung Banjarsari XI RT 008/008 Kelurahan Cilandak Barat Jakarta Selatan yang memiliki inisiatif mengembangkan kampung hijau. Kampung hijau ini memiliki konsep yang sederhana, sepanjang jalan di kampung ini ditanami tanaman menggunakan medium pot, bahkan hal tersebut didasari oleh kesadaran warga masing-masing. Tanaman obat pun dibudidayakan di kampung hijau ini, jumlahnya mencapai 150 jenis tanaman obat yang awalnya hanya berjumlah 20. Kampung hijau Banjarsari ini menjadi kampung percontohan dalam mengembangkan penghijauan bagi kampung lainnya. Atas kerja keras warga kampung Banjarsari dalam kegiatan melestarikan lingkungan dan penghijauan, UNESCO menyuntikan dana segar untuk kampung hijau Banjarsari dalam melakukan pengembangan lingkungan hijau agar lebih luas lagi.
Resolusi-resolusi tersebut memang terkesan sederhana dan bukan menjadi hal yang luar biasa, namun jika masyarakat sungguh-sungguh dalam melakukannya tentu akan mendapatkan hasil yang baik paling tidak bagi lingkungan kecil masyarakat tersebut. Dengan demikian, masyarakat luas akan melihatnya dan menilai kegiatan-kegiatan tersebut memiliki nilai yang sangat baik dalam upaya mengkampanyekan penghijauan serta menajaga dan melestarikan lingkungan sekitar khususnya, dan umumnya penghijauan untuk negeri ini. Apalagi teknologi komunikasi dan informasi sudah sangat maju, media sosial sudah sedemikian mudahnya dijangkau oleh masyarakat sehingga kegiatan yang berkaitan dengan penghijauan dapat dengan mudah disebarkan kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan penghijauan sejalan dengan The Nature Conservacy sebagai salah satu organisasi yang concern dalam melindungi alam. Hal tersebut dapat dilihat dari misi The Nature Conservacy yaitu melestarikan daratan dan perairan yang menjadi sandaran bagi semua kehidupan, mempromosikan nilai alam dan membantu memicu perubahan transformasional dalam konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya alam untuk kepentingan manusia dan alam. Misi tersebut sangat realistis terhadap fakta yang ada saat ini, dimana Indonesia sebagai negara kaya akan di perairan maupun di daratan harus memanfaatan sumber daya tersebut bagi keberlangsungan hidup seluruh masyarakat Indonesia tanpa merusak alam itu sendiri.
Mencantumkan resolusi hijau di tahun 2015 ini bukanlah tanpa alasan, ada banyak sekali ‘pekerjaan rumah’ yang harus dilakukan demi terciptanya lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Dengan melakukan langkah kecil resolusi hijau di tahun 2015 ini, anda sudah mendukung The Nature Conservacy Program Indonesia dalam melindungi alam dan melestarikan kehidupan.

Referensi:
http://www.nature.or.id/tentang-kami/misi-visi-dan-nilai-nilai-kami/index.htm
http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/hutan-indonesia-kekayaan-dan-kompleksitas-mas/blog/48605/
http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/09/belajar-dari-amilia-agustin-ratu-sampah-475540.html
http://kabarinews.com/banjarsari-kampung-yang-mendunia/36575

Wajah Generasi Muda

bultang

Setiap tanggal 9 September Indonesia merayakan Hari Olahraga Nasional. Tepat pada hari selasa kemarin tanggal 9 September 2014 Indonesia kembali merayakan Hari Olahraga Nasional yang ke-31. Tentu ada pesan dan semangat yang ingin ditularkan kepada masyarakat Indonesia terkait dengan perayaan Hari Olahraga Nasional ini, bukan hanya perayaan tanpa arti semata. Salah satunya adalah menularkan semangat untuk berolahraga demi terwujudnya gaya hidup yang sehat. Disamping itu, Perayaan Hari Olahraga Nasional ditujukkan untuk mengahargai prestasi yang ditorehkan para atlet di tingkat nasional maupun internasional.

“Yang muda, yang berprestasi”, sering kali kita mendengar atau membaca di banner atau tembok-tembok di pinggir kota. Ya, saat ini sudah sepantasnya generasi muda menunjukkan kreatifitas dan prestasinya melalui berbagai cara yang postif dan inspiratif bagi masyarakat Indonesia. Generasi muda seringkali dipandang sebelah mata akan argumentasi atau tindakannya dengan berbagai alasan yang kurang rasional, seperti belum cukup umur atau kurang pengalaman. Namun hal tersebut tidak berlaku lagi dimasa sekarang, masa dimana generasi muda sudah menunjukan tajinya bahwa mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Sektor olahraga khususnya, atlet generasi muda sudah banyak menunjukkan prestasi yang membanggakan untuk Indonesia di tingkat nasional maupun di level internasional. Prestasi tidak harus menjadi juara dunia, berpartisipasi dengan membawa nama bangsa Indonesia di level internasional sudah menjadi prestasi yang membanggakan setidaknya bagi diri mereka sendiri, apalagi jika dilengkapi dengan raihan juara, Indonesia akan sangat bangga. Prestasi di sektor olahraga yang dipersembahkan generasi muda tidak hanya pada satu atau dua bidang olahraga saja, tetapi dipersembahkan di berbagai bidang olahraga.

Sebut saja Anggia/Della di bidang olahraga bulutangkis yang mengikuti kejuaraan dunia di Copenhagen, Denmark beberapa waktu lalu, walau terhenti di babak perempat final, pemain muda yang bermain di ganda putri ini mampu menumbangkan pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok. Atau Rio Haryanto yang menorehkan prestasi di kancah internasional di lintasan balap mobil yang saat ini berlaga di GP2 Series. Timnas Indonesia U-19 pun tak mau kalah, Timnas sepakbola muda yang dipimpin oleh Evan Dimas dan kawan-kawan ini lolos kualifikasi Piala Asia 2014 di Myanmar Oktober nanti.

Masih banyak lagi prestasi olahraga yang dipersembahkan oleh generasi muda untuk Indonesia. Saat ini, bagaimana cara kita mengapresiasi dan mengembangkan potensi generasi muda di sektor olahraga. Bagi generasi muda yang bukan berprofesi sebagai atlet seperti saya, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga, lari pagi secara rutin atau melakukan aktivitas olahraga yang disukai merupakan salah satu cara membudayakan masyarakat gemar olahraga. Mari kita dukung dan rayakan Hari Olahraga Nasional untuk Indonesia lebih sehat. #GENspirit 🙂

Gambar diambil disini